Selasa, 22 November 2016

                                                                           I.           
MAKALAH
TEKS OBSERVASI, EKSPOSISI, ANEKDOT, DAN HIKAYAT


D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Nama : Lana Saputra
Kelas  : X IPA 1
Guru Pembimbing : Muzammil S.Pd


DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 INDRALAYA UTARA
KABUPATEN OGAN ILIR
TAHUN AJARAN 2016/2017









KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdullilahirobbil’alamin, puji syukur atas kehadirat Allah stw. atas rahmat, nikmat dan hidayah-Nya yang diberikan, sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan. Makalah dengan judul  “teks observasi,eksposisi,dan anekdot”
Dalam penulisan makalah ini memiliki tujuan yaitu memenuhi tugas sekolah dari guru bahasa indonesia dimana tujuannya sebagai wahana untuk membimbing para siswa/siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Indralaya Utara mevmiliki kemampuan untuk membuat makalah.
Saya sadar sebagai seorang pelajar yang masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat berharap adanya kritikan atau saran yang bersifat positif, agar penulisan makalah ini dapat menjadi lebih baik dimasa yang akan datang . Semoga makalah yang sederhana ini dapat memberi manfaat.















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR  ISI
BAB  I  PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang……………………………………………………………………..
I.2 Rumusan Masalah
I.3 Tujuan Makalah………………………………………………………………………
I.4 Manfaat Makalah……………………………………………………………………..
BAB  II PEMBAHASAN………………………………………………….
II.1 Pengertian dari Teks Observasi………………………………………………………..
II.2 Ciri-Ciri Teks Observasi……………………………………………………………….
II.3 Struktur Teks Observasi……………………………………………………………..
II.4 Contoh Teks Observasi………………………………………………………………..
II.5 Pengertian dari Teks Eksposisi………………………………………………………..
II.6 Ciri-Ciri Teks Eksposisi……………………………………………………………….
II.7 Struktur Teks Eksposisi…………………………………………………………..
II. 8 Contoh Teks Eksposisi…………………………………………………………
II.9 Pengertian Teks Anekdot……………………………………………………….
II.10 Ciri-Ciri Teks Anekdot………………………………………………………..
II.11 Struktur Teks Anekdot………………………………………………………….
II.12 Contoh Teks Anekdot…………………………………………………………..
II.13 Pengertian Hikayat……………………………………………………………
BAB III PENUTUP……………………………………………………….
III.1 Kesimpulan……………………………………………………………………
III.2 Saran…………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
      Dalam pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan Bahasa yang dapat diperoleh siswa, salah satunya adalah keterampilan menulis.  Keterampilan menulis dapat diciptakan salah satunya dengan memproduksi teks secara berkala. Menulis merupakan kegiatan yang dapat merangsang otak manusia untuk berpikir. Dengan menulis banyak pengetahuan yang didapat dan dihasilkan sebuah karya sehingga untuk menjadi manusia yang produktif dapat terealisasi. Manusia produktif saat ini banyak dibutuhkan di berbagai kehidupan masyarakat. Oleh karena itu membiasakan menulis dalam rangka meningkatkan keterampilan menulis melalui memproduksi teks harus dilatih sedini mungkin.
Ada berbagai macam kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa, di antaranya:  (1) memahami struktur dan kaidah teks; (2) menginterpretasi makna teks; (3) membandingkan teks; (4) memproduksi teks; (5) menganalisis teks; (6) menyunting teks; (7) mengidentifikasi teks; (8) mengabstraksi teks; (9) mengevaluasi teks; dan (10) mengonversi teks. Kurikulum tersebut menggunakan berbagai macam teks karena yang diimplementasikan kurikulum 2013 terhadap pembelajaran bahasa Indonesia adalah berbasis teks. Khususnya di kelas X ini siswa diajarkan pada berbagai 2 macam teks, seperti laporan hasil observasi, prosedur kompleks, eksposisi, anekdot, negosiasi, dan teks dalam kehidupan nyata.
I.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini sebagai berikut:
A.    Mengetahui apa itu definisi dari teks observasi, eksposisi, dan anekdo?
B.     Mengetahui apa ciri-ciri dari teks observasi, eksposisi, dan anekdot?
C.     Mengetahui apa struktur dari teks observasi, eksposisi, dan anekdot?
D.    Bagaimanakah contoh dari teks observasi, eksposisi, dan anekdot?

I.3 Tujuan Makalah
      Memberikan informasi tentang teks observasi, eksposisi, dan anekdot.

I.4 Manfaat Makalah
Memberikan ilmu pengetahuan yang lebih dalam mengenai teks observasi, eksposisi, dan anekdot.





BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Teks Observasi
Teks Laporan Hasil Observasi adalah teks yang mengamati informasi mengenai sesuatu, baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada.Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu objek. Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa.

II.2 Ciri-ciri Teks Observasi

1.   Ditulis secara lengkap dan sempurna.
2.   Bersifat objektif, global dan/atau universal.
3.   Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
4.   Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
5.   Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
6.   Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
7.   Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
8.   Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
9.   Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.
10.  Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun   susunannya logis
11.  Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis.
12.  Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis.
II.3 Struktur Teks Observasi
1.PernyataanUmum/Klasifikasi 
2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan

II.4 Contoh Teks Observasi
Manfaat Pupuk Kandang
Pupuk kandang merupakan pupuk yang paling mudah didapatkan. Pupuk kandang ini bisa didapatkan dari kotoran hewan ternak seperti ayam, kambing, kelinci, marmot, atau sapi. Pupuk kandang selain mudah didapat dan murah juga ternyata lebih bagus dibandingkan dengan pupuk kimia.
Tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan subur. Daun dan bunga pada tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang lebih banyak. Tanaman pun terlihat kuat dan sehat. Sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit.
Pupuk kandang ternyata mampu menjaga unsur keseimbangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara seimbang. Berbeda dengan pupuk kimia yang bisa membuat tanah menjadi rusak.

II.5 Pengertian Teks Eksposisi
            Teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.
II.6 Ciri-ciri Teks Eksposisi
  • Gaya informasi yang mengajak
  • Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya
  • Teks Eksposisi bersifat objektif dan netral
  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat
  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi

II.7 Struktur Teks Eksposisi
1.   Pernyataan pendapat (Tesis) : Gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta.
2.   Argumentasi : Penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis.
3.   Penegasan ulang pendapat : Salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.

II.8 Contoh Teks Eksposisi
Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
Tesis:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor terpenting untuk menciptakan kenyamanan, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekitar. Setiap sekolah selalu mengajarkan anak didiknya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Bahkan, kebersihan sekolah banyak dilombakan untuk menarik minat sekolah agar mereka peduli kebersihan. Cara untuk menjaga kebersihan sekolah, di antaranya membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas, dan lain-lain.

Argumentasi: 
Pembagian piket kelas menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Petugas piket biasanya melakukan tugas membersihkan ruang kelas. Seperti menyapu kelas, menghapus papan tulis, dan menyiapkan spidol atau kapur tulis. Selain itu, setiap hari jumat selalu digunakan untuk melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan "Jum'at Bersih. Selain lingkungan sekolah bersih, hubungan murid dan guru juga bisa semakin akrab dengan adanya kerja sama.

Penegasan Ulang: 
Kebersihan lingkungan sekolah adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan proses belajar mengajar. Kebersihan lingkungan sekolah akan lebih menjamin kebersihan seseorang dan menyehatkan. Kebersihan tidak sama dengan kemewahan, kebersihan adalah usaha manusia agar lingkungan sekolah tetap sehat terawat secara berkesinambungan. 
II.9 Pengertian Teks Anekdot
     Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca.
II.10 Ciri-ciri Teks Anekdot
*     lucu
*     kritik
*     sindiran
*     mengenai orang penting
*     memiliki tujuan tertentu

II.11 Struktur Teks Anekdot
·         Abstrak
·         Orientasi
·         Krisis
·         Reaksi
·         Coda
II.12 Contoh Teks Anekdot
Cara Keledai Membaca Buku
     Alkisah, Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk memberi syarat, Ajari terlebih dahulu keledai itu membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita lihat apa yang akan terjadi.
     Nasrudin berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat. Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya. Dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar agar Nasrudin segera mempraktekkan apa yang telah ia lakukan. Nasrudin lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka sampulnya. Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!! Tak lama kemudian Si Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya. Demikianlah, kata Nasrudin, Keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya. Timur Lenk merasa ada yang tidak beres dan mulai menginterogasi, Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?
             Nasrudin berkisah,Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan biji-biji itu, kalu tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman buku itu. Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ? tukas Timur Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Jadi kalau kita juga membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?kata Nashrudin dengan mimik serius. hehehe.

II.13 Pengertian Hikayat
 Hikayat adalah karya sastra melayu lama yang berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, silsilah raja-raja, biografi, atau gabungan dari semuanya.

Ciri-ciri Hikayat
Isi cerita berkisar pada tokoh-tokoh raja dan keluarganya (istana sentris)
Bersifat pralogis, yaitu mempunyai logika tersendiri yang tidak sama dengan logika umum, ada juga yang menyebut fantastis
Menggunakan banyak bahasa kiasan
Banyak kata-kata yang sulit dipahami
Struktur kalimatnya tidak efektif

Unsur Intrinsik Dan Ekstrinsik dalm Hikayat
Karya sastra disusun oleh dua unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud ialah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema, tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, latae dan pelataran, dan pusat pengisahan. Sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari luarnya menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain.

Unsur Intrinsik
a) Tema dan Amanat
Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra. Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan. Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.
Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya. Makna muatan ialah makana yang termuat dalam karya sastra tersebut.



b) Tokoh dan Penokohan
Tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Dalam karya sastra biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam karya sastra. Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character).

Tokoh datar ialah tokoh yang hanya menunjukkan satu segi, misalny6a baik saja atau buruk saja. Sejak awal sampai akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat. Tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya. Jadi ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini. Dari segi kejiwaan dikenal ada tokoh introvert dan ekstrovert.
-Tokoh introvert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh ketidaksadarannya.
-Tokoh ekstrovert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh kesadarannya.
Dalam karya sastra dikenal pula tokoh protagonis dan antagonis.
Protagonis ialah tokoh yang disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya. Antagonis ialah tokoh yang tidak disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya.

Penokohan atau perwatakan ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh. Ada beberapa cara menampilkan tokoh.
-Cara analitik, ialah cara penampilan tokoh secara langsung melalui uraian pengarang. Jadi pengarang menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung.
-Cara dramatik, ialah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam suatu cerita.

Dialog ialah cakapan antara seorang tokoh dengan banyak tokoh.
Dualog ialah cakapan antara dua tokoh saja.
Monolog ialah cakapan batin terhadap kejadian lampau dan yang sedang terjadi.
Solilokui ialah bentuk cakapan batin terhadap peristiwa yang akan terjadi.





c) Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.

Pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. 

Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. 
Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya.

d) Latar dan Pelataran
Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan sosial. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada. Latar sosial, ialah lukisan tatakrama tingkah laku, adat dan pandangan hidup. Sedangkan pelataran ialah teknik atau cara-cara menampilkan latar.

e) Pusat Pengisahan
Pusat pengisahan ialah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah privbadi yang diciptakan pengarang untuk menyampaikan cerita. Paling tidak ada dua pusat pengisahan yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Sebagai orang pertama, pencerita duduk dan terlibat dalam cerita tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita. Sebagai orang ketiga, pencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu.



Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik ialah unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri. Untuk melakukan pendekatan terhadap unsur ekstrinsik, diperlukan bantuan ilmu-ilmu kerabat seperti sosiologi, psikologi, filsafat, dan lain-lain.

Contoh Hikayat
Hikayat Bayan Budiman
Hikayat Hang Tuah
Hikayat Raja-raja Pasai
HIkayat Panji Semirang
HIkayat Kalila dan Dimna
Hikayat Indera Bangsawan
Hikayat Si Miskin

BAB III
PENUTUP
            III.1 Saran
Demikian makalah yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, Silahkan sampaikan kepada saya.Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya, karena saya adalah hamba Allah yang tak luput dari salah,khilaf,alfa dan lupa.




1 komentar: