I.
|
MAKALAH
TEKS OBSERVASI, EKSPOSISI, ANEKDOT, DAN HIKAYAT
|
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Nama : Lana Saputra
Kelas : X IPA 1
Guru Pembimbing :
Muzammil S.Pd
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 INDRALAYA UTARA
KABUPATEN OGAN ILIR
TAHUN AJARAN
2016/2017
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Alhamdullilahirobbil’alamin, puji syukur atas
kehadirat Allah stw. atas rahmat, nikmat dan hidayah-Nya yang diberikan, sehingga
penulisan makalah ini dapat diselesaikan. Makalah dengan judul “teks observasi,eksposisi,dan anekdot”
Dalam penulisan makalah ini memiliki tujuan
yaitu memenuhi tugas sekolah dari guru bahasa indonesia dimana tujuannya
sebagai wahana untuk membimbing para siswa/siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Indralaya Utara mevmiliki kemampuan untuk membuat makalah.
Saya sadar sebagai seorang pelajar yang masih
banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat berharap adanya kritikan atau
saran yang bersifat positif, agar penulisan makalah ini dapat menjadi lebih
baik dimasa yang akan datang . Semoga makalah yang sederhana ini dapat memberi
manfaat.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang……………………………………………………………………..
I.2 Rumusan Masalah
I.3 Tujuan Makalah………………………………………………………………………
I.4 Manfaat Makalah……………………………………………………………………..
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………….
II.1 Pengertian dari Teks Observasi………………………………………………………..
II.2 Ciri-Ciri Teks Observasi……………………………………………………………….
II.3 Struktur Teks Observasi……………………………………………………………..
II.4 Contoh Teks Observasi………………………………………………………………..
II.5 Pengertian dari Teks Eksposisi………………………………………………………..
II.6 Ciri-Ciri Teks Eksposisi……………………………………………………………….
II.7 Struktur Teks Eksposisi…………………………………………………………..
II. 8 Contoh Teks Eksposisi…………………………………………………………
II.9 Pengertian Teks Anekdot……………………………………………………….
II.10 Ciri-Ciri Teks Anekdot………………………………………………………..
II.11 Struktur Teks Anekdot………………………………………………………….
II.12 Contoh Teks Anekdot…………………………………………………………..
II.13 Pengertian Hikayat……………………………………………………………
BAB III PENUTUP……………………………………………………….
III.1 Kesimpulan……………………………………………………………………
III.2 Saran…………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Dalam
pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat keterampilan Bahasa yang dapat
diperoleh siswa, salah satunya adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis dapat diciptakan salah
satunya dengan memproduksi teks secara berkala. Menulis merupakan kegiatan yang
dapat merangsang otak manusia untuk berpikir. Dengan menulis banyak pengetahuan
yang didapat dan dihasilkan sebuah karya sehingga untuk menjadi manusia yang
produktif dapat terealisasi. Manusia produktif saat ini banyak dibutuhkan di
berbagai kehidupan masyarakat. Oleh karena itu membiasakan menulis dalam rangka
meningkatkan keterampilan menulis melalui memproduksi teks harus dilatih sedini
mungkin.
Ada berbagai macam kompetensi dasar yang
harus dicapai oleh siswa, di antaranya:
(1) memahami struktur dan kaidah teks; (2) menginterpretasi makna teks;
(3) membandingkan teks; (4) memproduksi teks; (5) menganalisis teks; (6)
menyunting teks; (7) mengidentifikasi teks; (8) mengabstraksi teks; (9)
mengevaluasi teks; dan (10) mengonversi teks. Kurikulum tersebut menggunakan berbagai
macam teks karena yang diimplementasikan kurikulum 2013 terhadap pembelajaran
bahasa Indonesia adalah berbasis teks. Khususnya di kelas X ini siswa diajarkan
pada berbagai 2 macam teks, seperti laporan hasil observasi, prosedur kompleks,
eksposisi, anekdot, negosiasi, dan teks dalam kehidupan nyata.
I.2 Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini sebagai
berikut:
A.
Mengetahui apa itu definisi dari teks observasi, eksposisi, dan anekdo?
B.
Mengetahui apa ciri-ciri dari teks observasi, eksposisi, dan anekdot?
C.
Mengetahui apa struktur dari teks observasi, eksposisi, dan anekdot?
D.
Bagaimanakah contoh dari teks observasi, eksposisi, dan anekdot?
I.3 Tujuan Makalah
Memberikan
informasi tentang teks observasi, eksposisi, dan anekdot.
I.4 Manfaat Makalah
Memberikan
ilmu pengetahuan yang lebih dalam mengenai teks observasi, eksposisi, dan
anekdot.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian Teks Observasi
Teks
Laporan Hasil Observasi adalah teks yang mengamati informasi mengenai sesuatu,
baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau
fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di
dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang
akan memaparkan hasil observasi secara sistematik dan objektif berdasarkan
kenyataan/fakta yang ada.Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk,
ciri, dan/atau sifat umum suatu objek. Objek tersebut dapat berupa manusia,
benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa.
II.2 Ciri-ciri Teks Observasi
1. Ditulis
secara lengkap dan sempurna.
2. Bersifat
objektif, global dan/atau universal.
3. Objek
yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
4. Ditulis
berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
5. Informasi
teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
6. Tidak
mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
7. Saling
berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di
dalamnya.
8. Tidak
adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat
dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
9. Menitikberatkan
pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau
keadaannya secara umum.
10. Disajikan
secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis
11. Teks
Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta,
tanpa adanya opini penulis.
12. Teks
deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan
sudut pandang penulis.
II.3 Struktur Teks
Observasi
1.PernyataanUmum/Klasifikasi
2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan
2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan
II.4
Contoh Teks Observasi
Manfaat Pupuk Kandang
Pupuk kandang
merupakan pupuk yang paling mudah didapatkan. Pupuk kandang ini bisa didapatkan
dari kotoran hewan ternak seperti ayam, kambing, kelinci, marmot, atau sapi.
Pupuk kandang selain mudah didapat dan murah juga ternyata lebih bagus
dibandingkan dengan pupuk kimia.
Tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan subur. Daun dan bunga pada tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang lebih banyak. Tanaman pun terlihat kuat dan sehat. Sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit.
Pupuk kandang ternyata mampu menjaga unsur keseimbangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara seimbang. Berbeda dengan pupuk kimia yang bisa membuat tanah menjadi rusak.
Tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang ternyata lebih kuat terhadap penyakit dan subur. Daun dan bunga pada tanaman yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang lebih banyak. Tanaman pun terlihat kuat dan sehat. Sedangkan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia memiliki daun dan bunga yang lebih sedikit.
Pupuk kandang ternyata mampu menjaga unsur keseimbangan unsur hara dalam tanah sehingga tanaman tetap mendapatkan nutrisi secara seimbang. Berbeda dengan pupuk kimia yang bisa membuat tanah menjadi rusak.
II.5 Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah sebuah
paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya memberikan pengertian dengan
gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.
II.6
Ciri-ciri Teks Eksposisi
- Gaya informasi yang mengajak
- Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa
yang baku
- Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
- Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari
penulis terhadap pembacanya
- Teks Eksposisi bersifat objektif dan netral
- Penjelasannya disertai data-data yang akurat
- Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi
II.7
Struktur Teks Eksposisi
1.
Pernyataan pendapat (Tesis) : Gagasan utama
tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta.
2.
Argumentasi : Penjelasan secara mendalam tentang
pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si
penulis.
3.
Penegasan ulang pendapat : Salah satu penguat
dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.
II.8 Contoh Teks Eksposisi
Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah
Tesis:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor terpenting untuk menciptakan kenyamanan, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekitar. Setiap sekolah selalu mengajarkan anak didiknya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Bahkan, kebersihan sekolah banyak dilombakan untuk menarik minat sekolah agar mereka peduli kebersihan. Cara untuk menjaga kebersihan sekolah, di antaranya membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas, dan lain-lain.
Argumentasi:
Pembagian piket kelas menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Petugas piket biasanya melakukan tugas membersihkan ruang kelas. Seperti menyapu kelas, menghapus papan tulis, dan menyiapkan spidol atau kapur tulis. Selain itu, setiap hari jumat selalu digunakan untuk melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan "Jum'at Bersih. Selain lingkungan sekolah bersih, hubungan murid dan guru juga bisa semakin akrab dengan adanya kerja sama.
Penegasan Ulang:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan proses belajar mengajar. Kebersihan lingkungan sekolah akan lebih menjamin kebersihan seseorang dan menyehatkan. Kebersihan tidak sama dengan kemewahan, kebersihan adalah usaha manusia agar lingkungan sekolah tetap sehat terawat secara berkesinambungan.
Kebersihan lingkungan sekolah adalah salah satu faktor terpenting untuk menciptakan kenyamanan, baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekitar. Setiap sekolah selalu mengajarkan anak didiknya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Bahkan, kebersihan sekolah banyak dilombakan untuk menarik minat sekolah agar mereka peduli kebersihan. Cara untuk menjaga kebersihan sekolah, di antaranya membuang sampah pada tempatnya, menghapus papan tulis, menyapu ruang kelas, dan lain-lain.
Argumentasi:
Pembagian piket kelas menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Petugas piket biasanya melakukan tugas membersihkan ruang kelas. Seperti menyapu kelas, menghapus papan tulis, dan menyiapkan spidol atau kapur tulis. Selain itu, setiap hari jumat selalu digunakan untuk melakukan kerja bakti membersihkan sekolah setelah pelajaran pertama selesai. Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan "Jum'at Bersih. Selain lingkungan sekolah bersih, hubungan murid dan guru juga bisa semakin akrab dengan adanya kerja sama.
Penegasan Ulang:
Kebersihan lingkungan sekolah adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah dan merupakan faktor yang sangat penting dalam meraih keberhasilan proses belajar mengajar. Kebersihan lingkungan sekolah akan lebih menjamin kebersihan seseorang dan menyehatkan. Kebersihan tidak sama dengan kemewahan, kebersihan adalah usaha manusia agar lingkungan sekolah tetap sehat terawat secara berkesinambungan.
II.9
Pengertian Teks Anekdot
Anekdot adalah sebuah teks yang
berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa
tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si
pembaca.
II.10
Ciri-ciri Teks Anekdot
*
lucu
*
kritik
*
sindiran
*
mengenai orang penting
*
memiliki tujuan tertentu
II.11
Struktur Teks Anekdot
·
Abstrak
·
Orientasi
·
Krisis
·
Reaksi
·
Coda
II.12
Contoh Teks Anekdot
Cara
Keledai Membaca Buku
Alkisah,
Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan
senang hati. Tetapi Timur Lenk memberi syarat, Ajari terlebih dahulu keledai
itu membaca. Dua minggu setelah sekarang, datanglah kembali kemari, dan kita
lihat apa yang akan terjadi.
Nasrudin
berlalu, sambil menuntun keledai itu ia memikirkan apa yang akan diperbuat.
Jika dapat mengajari keledai itu membaca, tentu ia akan menerima hadiah, namun
jika tidak, hukuman pasti akan ditimpakan kepadanya. Dua minggu kemudian ia
kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku
besar agar Nasrudin segera mempraktekkan apa yang telah ia lakukan. Nasrudin
lalu menggiring keledainya menghadap ke arah buku tersebut, dan membuka
sampulnya. Si keledai menatap buku itu. Dan ajaib!! Tak lama kemudian Si
Keledai mulai membuka-buka buku itu dengan lidahnya. Terus menerus, lembar demi
lembar hingga halaman terakhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin seolah
berkata ia telah membaca seluruh isi bukunya. Demikianlah, kata Nasrudin,
Keledaiku sudah membaca semua lembar bukunya. Timur Lenk merasa ada yang tidak
beres dan mulai menginterogasi, Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?
Nasrudin berkisah,Sesampainya di rumah, aku siapkan
lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di
dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halaman untuk bisa makan
biji-biji itu, kalu tidak ditemukan biji gandumnya ia harus membalik halaman
berikutnya. Dan itu ia lakukan terus sampai ia terlatih membalik-balik halaman
buku itu. Tapi, bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ? tukas Timur
Lenk. Nasrudin menjawab, Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya
membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Jadi kalau kita juga membuka-buka
buku tanpa mengerti isinya, berarti kita sebodoh keledai, bukan?kata Nashrudin
dengan mimik serius. hehehe.
II.13 Pengertian Hikayat
Hikayat adalah karya
sastra melayu lama yang berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang,
silsilah raja-raja, biografi, atau gabungan dari semuanya.
Ciri-ciri
Hikayat
Isi cerita berkisar pada
tokoh-tokoh raja dan keluarganya (istana sentris)
Bersifat pralogis, yaitu
mempunyai logika tersendiri yang tidak sama dengan logika umum, ada juga yang
menyebut fantastis
Menggunakan banyak bahasa
kiasan
Banyak kata-kata yang sulit
dipahami
Struktur kalimatnya tidak
efektif
Unsur
Intrinsik Dan Ekstrinsik dalm Hikayat
Karya sastra disusun oleh
dua unsur yang menyusunnya. Dua unsur yang dimaksud ialah unsur intrinsik dan
ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari
dalam yang mewujudkan struktur suatu karya sastra, seperti : tema, tokoh dan
penokohan, alur dan pengaluran, latae dan pelataran, dan pusat pengisahan.
Sedangkan unsur ekstrinsik ialah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari
luarnya menyangkut aspek sosiologi, psikologi, dan lain-lain.
Unsur Intrinsik
a) Tema dan Amanat
Tema ialah persoalan yang
menduduki tempat utama dalam karya sastra. Tema mayor ialah tema yang sangat
menonjol dan menjadi persoalan. Tema minor ialah tema yang tidak menonjol.
Amanat ialah pemecahan yang
diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat biasa
disebut makna. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan. Makna
niatan ialah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang
ditulisnya. Makna muatan ialah makana yang termuat dalam karya sastra tersebut.
b) Tokoh dan Penokohan
Tokoh ialah pelaku dalam
karya sastra. Dalam karya sastra biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya
hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam
mengambil peranan dalam karya sastra. Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash
character) dan tokoh bulat (round character).
Tokoh datar ialah tokoh
yang hanya menunjukkan satu segi, misalny6a baik saja atau buruk saja. Sejak
awal sampai akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat. Tokoh bulat adalah
tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya.
Jadi ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini. Dari segi kejiwaan dikenal
ada tokoh introvert dan ekstrovert.
-Tokoh
introvert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh ketidaksadarannya.
-Tokoh
ekstrovert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh kesadarannya.
Dalam karya sastra dikenal
pula tokoh protagonis dan antagonis.
Protagonis ialah tokoh yang
disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya. Antagonis ialah
tokoh yang tidak disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya.
Penokohan atau perwatakan
ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh. Ada beberapa cara menampilkan
tokoh.
-Cara
analitik, ialah cara penampilan tokoh secara langsung melalui uraian pengarang.
Jadi pengarang menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung.
-Cara
dramatik, ialah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui
gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam
suatu cerita.
Dialog ialah cakapan antara
seorang tokoh dengan banyak tokoh.
Dualog ialah cakapan antara
dua tokoh saja.
Monolog ialah cakapan batin
terhadap kejadian lampau dan yang sedang terjadi.
Solilokui ialah bentuk
cakapan batin terhadap peristiwa yang akan terjadi.
c)
Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.
Pengaluran, yaitu teknik
atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan
menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak
memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang
memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran
dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang
hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam
karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus
dan tidak lurus.
Alur lurus ialah alur yang
melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita.
Alur tidak lurus ialah alur
yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa
menggunakan gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran
keduanya.
d) Latar dan Pelataran
Latar disebut juga setting,
yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam
sebuah karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan
sosial. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di
mana tokoh tersebut berada. Latar sosial, ialah lukisan tatakrama tingkah laku,
adat dan pandangan hidup. Sedangkan pelataran ialah teknik atau cara-cara
menampilkan latar.
e) Pusat Pengisahan
Pusat pengisahan ialah dari
mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah privbadi
yang diciptakan pengarang untuk menyampaikan cerita. Paling tidak ada dua pusat
pengisahan yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang
ketiga. Sebagai orang pertama, pencerita duduk dan terlibat dalam cerita
tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita. Sebagai orang ketiga,
pencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang
pengamat atau dalang yang serba tahu.
Unsur
Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik ialah
unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri. Untuk melakukan
pendekatan terhadap unsur ekstrinsik, diperlukan bantuan ilmu-ilmu kerabat
seperti sosiologi, psikologi, filsafat, dan lain-lain.
Contoh Hikayat
Hikayat Bayan Budiman
Hikayat Hang Tuah
Hikayat Raja-raja Pasai
HIkayat Panji Semirang
HIkayat Kalila dan Dimna
Hikayat Indera Bangsawan
Hikayat Si Miskin
BAB III
PENUTUP
III.1 Saran
Demikian makalah yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.
Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, Silahkan sampaikan kepada
saya.Apabila
ada terdapat kesalahan mohon dapat memaafkan dan memakluminya, karena saya adalah
hamba Allah yang tak luput dari salah,khilaf,alfa dan lupa.
pengetahuanya sangat membantu
BalasHapus